Nama : Mochamad Wigie Febrian.
Nim : 51919047.
Kelas : DKV 2.
Berikut merupakan soal beserta jawabannya :
1. Menurut Anda seberapa penting kehadiran agama dalam kehidupan bermasyarakat? Apakah kerukunan umat beragama dalam konteks Ketuhanan Yang Maha Esa akan berelasi erat dengan pencegahan konflik dan terwujudnya perdamaian? Berikan contohnya!
Jawaban :
Penting sekali, pasalnya kita saja yang notabenenya menyertakan agama dari bangun tidur hingga mau tidur lagi (kegiatan individu), masih saja dihadapkan dengan berbagai konflik dan masalah, mengapa hal tersebut masih saja terjadi? tidak lain tidak bukan karena masih adanya oknum yang tidak menyertakan agama dalam kehidupannya, bisa kita bayangkan apabila dalam kehidupan bermasyarakat tidak dihadirkannya agama sama sekali, mungkin yang terjadi saat ini manusia tidak akan bertingkah laku sebagaimana mestinya, terjadinya perpecahan suku-suku, kehidupan sosial tidak tak terkendali, fitnah menjadi hal biasa dan berbagai masalah lainnya yang tidak diharapkan. Maka dari itulah di cantumkannya poin 1 pada Pancasila yang berbunyi : KETUHANAN YANG MAHA ESA dalam konteks keagamaan, sebagai cara untuk mencapai kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat yang ada di negara kita tercinta ini, tentunya dengan tidak mengenyampingkan budaya positif yang merupakan indentitas Indonesia itu sendiri.
Jawaban :
Penting sekali, pasalnya kita saja yang notabenenya menyertakan agama dari bangun tidur hingga mau tidur lagi (kegiatan individu), masih saja dihadapkan dengan berbagai konflik dan masalah, mengapa hal tersebut masih saja terjadi? tidak lain tidak bukan karena masih adanya oknum yang tidak menyertakan agama dalam kehidupannya, bisa kita bayangkan apabila dalam kehidupan bermasyarakat tidak dihadirkannya agama sama sekali, mungkin yang terjadi saat ini manusia tidak akan bertingkah laku sebagaimana mestinya, terjadinya perpecahan suku-suku, kehidupan sosial tidak tak terkendali, fitnah menjadi hal biasa dan berbagai masalah lainnya yang tidak diharapkan. Maka dari itulah di cantumkannya poin 1 pada Pancasila yang berbunyi : KETUHANAN YANG MAHA ESA dalam konteks keagamaan, sebagai cara untuk mencapai kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat yang ada di negara kita tercinta ini, tentunya dengan tidak mengenyampingkan budaya positif yang merupakan indentitas Indonesia itu sendiri.
2. Menurut Anda apa yang menjadi alasan mengapa orang-orang mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan alasan mengapa terdapat orang-orang menolak Pancasila sebagai dasar negara? Kemukakan pendapat Anda dan penilaian Anda mengenai perbedaaan pandangan tersebut dan bagaimana sikap Anda dalam menghadapi perbedaan tersebut?
Jawaban :
a. Bagaimana poin-poin penting dalam konstitusi tersebut dilaksanakan di Indonesia? Jelaskan dan berikan contohnya!
a.Konstitusi mempunyai nilai yang sangat penting dalam suatu negara, karena negara tidak mungkin terbentuk tanpa adanya konstitusi, karena itulah konstitusi menempati posisi yang sangat krusial dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara. Mengenai arti penting konstitusi dalam suatu negara, menurut Dr. A. Hamid S. Attamimi, dalam disertasinya berpendapat bahwa suatu konstitusi atau Undang-Undang Dasar adalah sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas, sekaligus tentang bagaimana kekuasaa negara harus dijalankan.
Contoh Konstitusi yang mempunya nilai semantik
yaitu jika konstitusi yang hanya sekedar suatu istilah belaka,sedangkan dalam pelaksanaannya hanyalah dimaksudkan untuk kepentingan pihak penguasa
b.Negara kita bisa dikatakan negara konstitutional apabila pemerintah telah melaksanakan pembatasan-pembatasan dan aturan-aturan yang terdapat pada UUD 1945 yang juga diiringi dengan Pancasila sebagai dasar negara.
5. Fotografi berperan dalam perubahan sosial, karena memiliki pesan yang mendalam di setiap gambarnya. Mahasiswa diwajibkan membuat 1 (satu) hasil karya foto (hasil karya sendiri) mengenai fenomena di kehidupan masyarakat yang bertemakan ”Pancasila Sebagai Dasar Negara” Foto diunggah di blog masing-masing and berikan analisa kritis/rekomendasi/solusi mengenai foto tersebut. Note: ”Pancasila Sebagai Dasar Negara” dimana urgensi Pancasila sebagai dasar negara dilihat dari 2 pendekatan yaitu institusional (kelembagaan) dan human resource (personal/sumber daya manusia) yang membentuk dan menyelenggarakan negara yang bersumber kepada nilai-nilai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.
Jawaban :
Referensi :
https://grupsyariah.blogspot.com/2012/04/hubungan-interaksi-manusia-dalam-kaidah.html
https://visiuniversal.blogspot.com/2017/04/inilah-alasan-bangsa-indonesia.html
https://mtaufiknt.wordpress.com/2011/06/01/inilah-mereka-yang-menolak-
https://www.kompasiana.com/edi85861/5bd68bbfaeebe14482063cf2/pancasila-sebagai-ideologi-dasar-negara?page=all
https://nasional.tempo.co/read/1245033/dokumen-tpf-dibaca-aktivis-saat-peringatan-15-tahun-munir
Jawaban :
- Alasan mempertahankan Pancasila : Karena paham tersebut sudah ada sejak lama bahkan katanya sejak sebelum kemerdekaan, selain itu untuk menjaga kultur kebudayaan dan keutuhan negara, selain itu mungkin untuk menjaga negara dari paham yang bertolak belakang dengan agama seperti Liberal.
- Alasan menolak Pancasila : Beberapa orang merasa tidak setuju dengan poin-poin yang terkandung pada Pancasila, atau dirasa ideologi tersebut kurang cocok untuk pribadinya.
- Oleh karena manusia memiliki akal dan kreativitasnya masing-masing menyebabkan adanya perbedaan pendapat, dan itu merupakan hal yang sangat wajar. Tapi satu-satunya hal yang saya tau, Pancasila merupakan ideologi yang di kristalkan pada uud 1945, sehingga dapat dikatakan bahwa Pancasila memang merupakan ideologi yang sah bila dijadikan dasar negara dan memang sudah seharusnya kita menjaganya karena Pancasila merupakan indentitas Indonesia lagi pula tidak ada yang negative dalam point-point tersebut tetapi, di sisi lain juga Pancasila bisa berubah arti tergatung pada siapa yang mengartikannya seperti pernyataan Soekarno yang menyama-nyamakan Pancasila dengan Nasakom dan hal tersebut menunjukan bahwa Pancasila mudah diseret ke mana saja dan ujung-ujungnya melahirkan kebingungan yang berbahaya.
3.Sebagai generasi muda, bagaimana anda memahami dan menjalankan Pancasila Sila Ketiga yaitu Persatuan Indonesia dalam kehidupan Anda! Serta metode apa yang efektif dalam memperkenalkan Pancasila di kalangan generasi muda!
Jawaban :
4. Salah satu tujuan dari konsitusi adalah memberikan pembatasan & pengawasan terhadap kekuasaan politik serta jaminan terhadap hak dan kewajiban warga negara. Konstitusi negara kita adalah UUD 1945. Jawaban :
- Saya hanya melakukan apa yang sepantasnya di lakukan, seperti saling menghargai terhadap satu sama lain, silih asih, silih asuh, berteman dengan siapa saja, dan menjalankan budaya kesopanan yang telah diajarkan nenek moyang kita bagaimana caramya bersikap pada orang tua pada sebaya maupun yang lebih muda.
- Dengan membuat animasi seperti kartun, yang menarik dan bisa disukai anak-anak, pengajarannya tidak langsung menjelaskan Pancasila itu apa dan bagaimana, tetapi mengajarkan secara tersirat seperti kebiasan, perilaku, sikap, cara berbicara dll. Contohnya seperti film animasi yang berjudul NUSA.
a. Bagaimana poin-poin penting dalam konstitusi tersebut dilaksanakan di Indonesia? Jelaskan dan berikan contohnya!
b. Berikan analisa kritis Anda apakah negara kita dapat dikatakan sebagai negara konstitusional? (Nilai: 30)
Jawaban :
a.Konstitusi mempunyai nilai yang sangat penting dalam suatu negara, karena negara tidak mungkin terbentuk tanpa adanya konstitusi, karena itulah konstitusi menempati posisi yang sangat krusial dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara. Mengenai arti penting konstitusi dalam suatu negara, menurut Dr. A. Hamid S. Attamimi, dalam disertasinya berpendapat bahwa suatu konstitusi atau Undang-Undang Dasar adalah sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas, sekaligus tentang bagaimana kekuasaa negara harus dijalankan.
Contoh Konstitusi yang mempunya nilai semantik
yaitu jika konstitusi yang hanya sekedar suatu istilah belaka,sedangkan dalam pelaksanaannya hanyalah dimaksudkan untuk kepentingan pihak penguasa
b.Negara kita bisa dikatakan negara konstitutional apabila pemerintah telah melaksanakan pembatasan-pembatasan dan aturan-aturan yang terdapat pada UUD 1945 yang juga diiringi dengan Pancasila sebagai dasar negara.
5. Fotografi berperan dalam perubahan sosial, karena memiliki pesan yang mendalam di setiap gambarnya. Mahasiswa diwajibkan membuat 1 (satu) hasil karya foto (hasil karya sendiri) mengenai fenomena di kehidupan masyarakat yang bertemakan ”Pancasila Sebagai Dasar Negara” Foto diunggah di blog masing-masing and berikan analisa kritis/rekomendasi/solusi mengenai foto tersebut. Note: ”Pancasila Sebagai Dasar Negara” dimana urgensi Pancasila sebagai dasar negara dilihat dari 2 pendekatan yaitu institusional (kelembagaan) dan human resource (personal/sumber daya manusia) yang membentuk dan menyelenggarakan negara yang bersumber kepada nilai-nilai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.
Jawaban :
Foto-foto tersebut saya ambil pada tanggal 20 November 2019 kemarin malam pada saat peringatan 15 tahunnya kasus pembunuhan Munir yang tidak kunjung selesai sekaligus pembacaan dokumen TPF Munir serta diskusi publik yang dilaksanakan di daerah Reruntuhan Tamansari. Foto tersebut menunjukan kepeduliaan generasi muda saat ini terhadap hak kemanusiaan dan keadilan seseorang, selain itu gerakan ini dilakukan untuk mendesak pemerintah untuk mengungkapkan seluruh dokumen TPF Munir, dicurigai oknum pemerintahanlah yang membunuh Munir karena seakan-akan pemerintah menyembunyikan dokumen tersebut, untuk menutupi kasus-kasus yang terjadi di dalam pemerintahan seperti korupsi, yang sama sekali tidak beradab. Hal tersebut sesuai poin ke 2 dan ke 5 dalam Pancasila yaitu : "Kemanusiaan Yang adil dan Beradab", dan "Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia".
Referensi :
https://grupsyariah.blogspot.com/2012/04/hubungan-interaksi-manusia-dalam-kaidah.html
https://visiuniversal.blogspot.com/2017/04/inilah-alasan-bangsa-indonesia.html
https://mtaufiknt.wordpress.com/2011/06/01/inilah-mereka-yang-menolak-
https://www.kompasiana.com/edi85861/5bd68bbfaeebe14482063cf2/pancasila-sebagai-ideologi-dasar-negara?page=all
https://nasional.tempo.co/read/1245033/dokumen-tpf-dibaca-aktivis-saat-peringatan-15-tahun-munir



